TIBA RAYA – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 35 Pidie menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menyelesaikan tanggung jawab pendidikan. Meski wilayah Tiba Raya dilanda banjir yang menyebabkan pemadaman listrik total, pembagian raport Semester Ganjil TP 2025/2026 untuk siswa kelas 1 hingga 6 tetap sukses dilaksanakan sesuai jadwal.

​Kondisi air yang merendam bagian teras madrasah tidak mematahkan semangat para guru. Masalah utama muncul ketika sistem Raport Digital Madrasah (RDM) harus segera dicetak sementara aliran listrik PLN mati total akibat musibah banjir tersebut.

Inovasi “Darurat” Aki Motor Vario

​Demi memastikan seluruh siswa menerima hasil belajarnya, Kepala MIN 35 Pidie, Bapak Razali, S. Pd. I, mengambil langkah kreatif yang tak terduga. Beliau memanfaatkan aki motor Vario miliknya yang dihubungkan ke sebuah inverter untuk menghasilkan daya listrik.

​Peran krusial ini dijalankan oleh Bapak Akmal, S. Pd, selaku Teknisi RDM. Dengan ketelitian tinggi, ia mengatur beban daya dari aki motor tersebut agar mampu menghidupkan perangkat komputer dan printer. Berkat inovasi ini, ratusan lembar raport dari kelas 1 hingga kelas 6 berhasil dicetak meskipun dalam kondisi gelap dan tanpa listrik PLN.

Kerja Keras Tim dan Apresiasi Juara

​Perjuangan ini tidak lepas dari koordinasi Ibu Nurazizah, S. Pd. I, selaku Koordinator Bidang Pendidikan MIN 35 Pidie. Mantan guru dari Simeulue ini memberikan motivasi kepada para guru yang sebelumnya bahkan harus “bergerilya” mencari sinyal internet di warkop-warkop demi menginput nilai ke server pusat.

​Suasana haru pasca-banjir berubah menjadi keceriaan saat Bapak Safari, S. Pd. memandu acara pengumuman juara. Dengan penuh semangat, beliau memanggil peraih Peringkat 1, 2, dan 3 dari setiap jenjang kelas untuk menerima hadiah sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.

Syukuran di Posko Kopi Bereunuen

​Menutup rangkaian perjuangan berat tersebut, seluruh personil MIN 35 Pidie berkumpul untuk merayakan keberhasilan mereka. Bapak Razali mengajak seluruh dewan guru dan staf untuk makan bersama di Posko Kopi Bereunuen.

​Momen ini menjadi ajang pelepas lelah sekaligus mempererat silaturahmi setelah berhari-hari berjuang melawan kendala alam demi pelayanan kepada siswa.

​”Ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang. Dari aki motor Vario hingga mencari sinyal di warkop, semua kami lakukan demi anak-anak didik kami,” tutup Bapak Razali, S. Pd. I di sela-sela acara makan bersama.

Galeri ffoto Pembagian Raport lihat di link >>>>https://drive.google.com/drive/folders/1wJEiPsQ_-3eWu5pRfdoim2lvv8mALDGg?usp=sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

 

Assalamualaikum!

Tekan disini untuk menghubungi kami  melalui WhatsApp

× Hubungi kami disini.!